Gudang Ilmu

blog ini berisi mengenai materi pelajaran

Faktor Pendorong Interaksi Sosial dan Dinamika Sosial


Faktor Pendorong Interaksi Sosial dan Dinamika SosialTerjadinya interaksi sosial bermula dari individu melakukan tindakan sosial terhadap orang lain. Tindakan sosial merupakan perbuatan-perbuatan yang ditunjukkan atau dipengaruhi orang lain untuk maksud serta tujuan tertentu. Sebagai contoh, seorang anak melempar batu di sungai. Tindakan ini bukanlah tindakan sosial. Berbeda apabila di sungai tersebut ada seseorang yang tengah memancing. Tindakan tersebut dikatakan tindakan sosial (social action). Hal ini disebabkan tindakan melempar batu di sungai dilakukan mempunyai tujuan tertentu serta mampu menimbulkan reaksi dari individu lain.

Semua tindakan sosial melahirkan adanya aksi atau pengaruh dari individu satu serta adanya reaksi atau terpengaruh dari individu lain. Karena adanya sifat pengaruh memengaruhi satu sama lain, maka tindakan ini menyebabkan hubungan sosial. Jika hubungan sosial tersebut berlangsung secara timbal balik maka akan menyebabkan terjadinya interaksi sosial. Selain itu, munculnya interaksi sosial dapat pula didorong oleh faktor-faktor tertentu.



Realitas Sosial dalam Sosiologi

Realitas Sosial dalam Sosiologi - Setiap ilmu pengetahuan mempunyai objek kajian. Untuk mempe- lajari objek kajian tersebut para ahli berusaha membuat suatu konsep. Konsep adalah pengertian yang menunjuk pada sesuatu. Contoh pada ilmu matematika, konsep-konsep yang terkandung di dalamnya seperti himpunan, integral, kuadrat, perkalian, pertambahan, dan lain-lain. Atau organisme, metabolisme, fotosintesis, dan lain-lain merupakan konsep-konsep yang terdapat dalam ilmu biologi. Sebagaimana halnya dengan ilmu sosiologi. Kamu telah mampu menemukan topik-topik sosiologi. Topik itulah yang akan menjadi objek kajian sosiologi. Untuk memahami ilmu ini alangkah baiknya jika kita mengerti terlebih dahulu konsep-konsep dasar dalam  sosiologi.

Secara umum konsep yang ada dalam sosiologi dinamakan realitas sosial. Apa saja bentuk-bentuk realitas sosial dalam sosiologi?

1.Masyarakat

Kamu tentu paham dengan masyarakat, bahkan kamu bisa menun- jukkannya. Tetapi,  bisakah kamu  mendefinisikannya?

Masyarakat adalah kumpulan orang-orang yang hidup di suatu wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu. Apakah kita juga termasuk dalam masyarakat? Tentu,  kita adalah bagian dari masyarakat.

Setiap masyarakat lahir karena adanya kerja sama di antara warganya dan terikat dalam suatu tata norma ter- tentu dalam ruang wilayah yang tertentu pula. Jadi, unsur- unsur pokok dalam masyarakat meliputi (Soerjono Soekanto, 1987):
Masyarakata.Adanya manusia yang hidup bersama yang dalam ukuran minimalnya berjumlah dua orang atau lebih.
b.Adanya pergaulan (hubungan) dan kehidupan bersama antara manusia dalam waktu yang cukup lama.
c.Adanya kesadaran bahwa mereka merupakan suatu kesatuan.
d.Adanya sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan.


2.Interaksi Sosial

Interaksi sosialApakah interaksi sosial itu? Amatilah gambar di sam- ping. Apa yang dilakukan dua orang itu? Setiap hari kita sering melakukannya. Pernahkah kamu berbincang dengan temanmu atau mengikuti suatu pertandingan atau kompe- tisi? Ketika kamu melakukan semua itu, berarti kamu telah melakukan interaksi sosial. Lantas, apa itu interaksi sosial? Pada dasarnya, interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu dan individu, antara individu dan kelompok individu, dan hubungan timbal balik antara kelompok individu dengan kelompok individu yang lain. Di sisi lain interaksi sosial dapat diartikan suatu bentuk aktivitas individu dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam interaksi sosial senantiasa berpedoman pada sistem tata nilai yang berlaku dalam masyarakat yang biasa disebut norma dan nilai  sosial.


3.Sosialisasi

SosialisasiCoba kamu amati gambar di samping! Apa yang kamu keta- hui tentang gambar tersebut? Itulah contoh sosialisasi. Sosialisasi merupakan suatu proses pergaulan seseorang terhadap banyak orang di dalam masyarakat. Proses ini berlangsung pada setiap orang seumur hidupnya mulai dari lahir hingga meninggalnya. Melalui proses ini, seseorang akan memperoleh pengetahuan-pengetahuan, nilai-nilai, dan norma-norma yang akan membekali individu tersebut dalam pergaulannya. Bermain, belajar di sekolah, bergaul dengan teman-teman, membaca koran, menonton TV, merupakan contoh-contoh aktivitas kita dalam sosialisasi. Ketika kita mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan budaya dalam masyarakat, berarti kita telah berhasil melakukan proses sosialisasi dengan masyarakat sekitar.

4.Nilai dan Norma

Nilai dan normaDalam interaksi sosial senantiasa berpedoman pada nilai dan norma. Apa itu nilai dan norma? Adakah sebagian dari kalian mengetahuinya? Cobalah kemukakan di depan  kelas!
Pada hakikatnya, nilai adalah segala sesuatu yang dianggap baik dan benar oleh suatu kelompok masyarakat. Oleh karenanya nilai digu- nakan sebagai pedoman tingkah laku. Sedangkan norma merupakan perwujudan konkret dari nilai sosial. Norma dibuat agar warga masyarakat melaksanakan nilai-nilai yang ada. Oleh karena itu, dalam norma terdapat sanksi-sanksi bagi pelanggarnya. Pada hakikatnya sanksi merupakan alat untuk menekan atau memaksa warga masya- rakat mematuhi nilai-nilai yang telah disepakati. Secara garis besar terdapat empat macam norma sosial yang berlaku dalam masyarakat, yaitu norma agama, adat/kebiasaan, kesusilaan/kesopanan, dan hukum.

Cabang-Cabang Sosiologi

Cabang-Cabang Sosiologi - Apabila kita melihat dari segi kemanfaatannya, sosiologi dipan- dang sangat penting dan efektif dalam mencari, menemukan, dan menjelaskan data serta gejala-gejala sosial yang ada dalam masyarakat. Melalui sosiologi pula, kita dapat mengetahui masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat secara lebih jelas. Oleh karenanya, muncul cabang-cabang sosiologi yang lahir dari proses perpaduan antara ilmu sosiologi  dengan  ilmu-ilmu lain.



Cabang-Cabang Sosiologi


Skema di atas merupakan cabang-cabang ilmu sosiologi menurut Robert K. Merton yang termuat dalam bukunya Sociology Today: Problems and Prospects. Namun, seiring dengan perkembangan zaman muncul cabang-cabang baru sosiologi, yaitu sosiologi budaya, sosiologi industri, sosiologi masyarakat pedesaan, sosiologi pari- wisata,  dan  sosiologi pembangunan.




Sosiologi sebagai Ilmu

Sosiologi sebagai Ilmu - Berhentilah sejenak! Kemudian renungkan, sampai pada materi ini. Apa yang sudah kamu pahami mengenai sosiologi? Pada subbab sebelumnya telah dibahas mengenai ilmu pengetahuan.

Sosiologi sebagai Ilmu


Sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan. Telah dijelaskan sebelumnya bahwa ilmu adalah sekumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran (logika). Sosiologi telah memenuhi syarat-syarat ilmu tersebut. Oleh karena itu, sosiologi dapat disebut sebagai ilmu. Sebagai ilmu, sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri di mana objeknya adalah masyarakat. Menurut Harry M. Johnson dalam bukunya Sosiology: A Systemic Introduction (1967), setiap ilmu mempunyai karakteristik yang khas. Begitu juga sosiologi, karakteristik keilmuan sosiologi sebagai berikut.

a.Sosiologi bersifat empiris, artinya sosiologi itu mendasarkan diri pada observasi dan penalaran, bukan atas dasar wahyu atau hasil spekulasi.

b.Sosiologi bersifat teoretis, artinya sosiologi berusaha memberi ikhtisar (summary) yang menunjukkan hubungan pernyataan atau proporsi-proporsi secara logis.

c.Sosiologi bersifat kumulatif, artinya teori-teori sosiologi dibangun atas dasar teori yang sudah ada. Teori-teori baru yang lebih besar dan luas, pada dasarnya merupakan penyempurnaan teori-teori yang sudah ada.

d.Sosiologi bukan etika, artinya sosiologi bukan ajaran tentang tata susila. Para sosiolog tidak membicarakan apakah suatu tingkah laku sosial itu baik atau buruk. Tugas seorang sosiolog adalah  mengungkap atau menerangkan tindakan sosial sebagai fakta sosial.

Selain itu, apabila dilihat dari sifat hakikatnya, sosiologi mempu- nyai beberapa karakteristik. Di mana karakteristik-karakteristik tersebut mampu menentukan ilmu pengetahuan macam apakah sosiologi tersebut. Sifat hakikat sosiologi sebagai  berikut.

a.Sosiologi merupakan ilmu sosial bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan  kerohanian.

b.Sosiologi bersifat kategoris dan bukan normatif, artinya sosiologi membatasi diri pada apa yang terjadi dewasa ini dan bukan mengenai apa yang terjadi atau seharusnya.

c.Sosiologi merupakan ilmu murni dan bukan merupakan ilmu pengetahuan terapan.

d.Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan ilmu pengetahuan yang konkret. Artinya, bahwa yang diperhatikan adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat, tetapi bukan wujudnya yang konkret.

e.Sosiologi bertujuan untuk mendapatkan pola-pola umum interaksi.

f.Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional.

g.Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya, sosiologi mempelajari gejala umum yang ada pada setiap interaksi antarmanusia.




Lahirnya Sosiologi

Lahirnya Sosiologi - Sosiologi sebagai ilmu, lahir pada abad XIX. Lahirnya sosiologi berkaitan dengan terjadinya perubahan sosial masyarakat di Eropa Barat pada masa Revolusi Industri (Inggris) dan Revolusi Sosial (Prancis). Adanya revolusi tersebut berdampak pada keharmonisan dalam hubungan antarwarga masyarakat. Terjadi kekacauan dan kesenjangan sosial di antara rakyatnya. Situasi ini mendorong seorang ahli filsafat Prancis, Aguste Comte membuat suatu karya yang luar biasa. Dalam karyanya yang berjudul Course of Positive Phylosophy (1844), Comte menyebut kajian tentang kehidupan sosial manusia dengan istilah sosiologi. Oleh karenanya, Aguste Comte mendapat  julukan sebagai Bapak Sosiologi Modern. Namun, selain Aguste Comte terdapat beberapa ahli yang berusaha mengkaji hubungan antar- manusia seperti Karl Marx, Herbert Spencer, Emile Durkheim, dan Max Weber.

Dalam setiap ilmu pengetahuan terdapat objek kajian yang dipelajari. Di mana objek kajian ilmu pengetahuan biasanya dibatasi oleh definisi yang diajukan oleh ilmu pengetahuan tersebut. Sebagai contoh ilmu sosiologi. Sebelumnya telah dijelaskan mengenai definisi sosiologi. Berdasarkan definisinya dapatkah kamu melihat objek kajian dari ilmu tersebut? Cobalah kaji kembali  definisi  sosiologi, apa yang dapat kamu temukan?

Menurut Roucek dan Warren (sebagaimana dikutip Soerjono Soekanto: 1987), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok-kelompok. Berdasarkan definisi tersebut dapat diketahui objek kajian sosiologi adalah perilaku manusia dalam masyarakat. Lebih jelasnya sosiologi mempelajari manusia dari aspek sosial yang kita sebut masyarakat. Manusia merupakan makhluk sosial yang berinteraksi dengan orang lain. Dalam interaksi tersebut timbul cara-cara berhubungan yang berupa perilaku. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa objek studi atau kajian sosiologi adalah masyarakat. Masyarakat dalam hal ini adalah hubungan antarmanusia dan proses sebab akibat yang timbul dari hubungan tersebut.

Lahirnya Sosiologi

Setelah memahami sebagian materi di atas, adakah pertanyaan yang timbul dalam pikiranmu? Mengapa kita perlu mempelajari sosiologi? Ketika kita belajar sosiologi, kita mempelajari diri kita sendiri sebagai bagian dari masyarakat. Melalui sosiologi, kita dapat mengetahui nilai, norma serta kaidah-kaidah yang berlaku dalam masyarakat sebagai acuan kita berperilaku. Melalui sosiologi pula, kita mampu memahami masyarakat di sekitar kita. Pada dasarnya, ada begitu banyak manfaat ketika kita mempelajari sosiologi. Sebagai contohnya:

a.Sosiologi dapat memberikan pengetahuan mengenai pola-pola interaksi sosial yang terjadi dalam masyarakat. Melalui penge- tahuan tentang pola-pola interaksi tersebut, kita dapat mengenal dengan lebih jelas siapa diri kita dalam konteks hubungan antara pribadi dan pribadi, pribadi dan kelompok serta kelompok dan kelompok.

b.Sosiologi dapat membantu kita untuk mengontrol atau mengen- dalikan setiap tindakan dan perilaku kita dalam kehidupan ber- masyarakat.

c.Sosiologi mampu mengkaji status dan peran kita sebagai anggota masyarakat.

d.Mempelajari sosiologi, kita menjadi lebih peka, kritis serta rasional menghadapi gejala-gejala sosial yang terjadi.

The Father of Sosiology

Tokoh yang dikenal sebagai bapak pendiri aliran positivisme dalam ilmu-ilmu sosial ini lahir pada tanggal 19 Januari 1798 di Montpellir, Prancis. Sejak tahun 1814, ia belajar ilmu-ilmu eksak di sekolah politeknik di Paris. Selanjutnya, untuk melengkapi pelajaran di politeknik serta untuk memper- oleh latar belakang ensiklopedia yang kuat, ia belajar biologi dan sejarah. Kedekatan Comte dengan masalah-masalah sosial diawali ketika ia menjadi sekretaris seorang bangsawan Prancis, Henri de Saint Simon. Hal ini disebabkan Henri de Saint Simon sangat peduli terhadap masalah- masalah sosial yang timbul akibat industri yang berkembang saat itu. Tidak

heran jika pemikiran Comte dipengaruhi oleh Henri de Saint Simon.

Dalam bukunya yang berjudul Course de Philosophy Positive, Comte memperkenalkan istilah sosiologi. Beliau berpendapat bahwa sejarah manusia adalah mengikuti satu susunan yang memasuki hukum tertentu. Oleh karenanya, Aguste Comte dijuluki The Father of Sosiology. Menurut beliau, adanya evolusi masyarakat akan disertai dengan kemajuan yang mewujudkan perkembangan intelektual. Pemikiran ini yang dinamakan Law of Human Progress.

Dalam bukunya yang berjudul Course de Philosophy Positive, beliau menemukan bahwa perkembangan pikiran manusia terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap teologis, metafisis, dan positif. Tahap teologis yaitu pengetahuan manusia didasarkan pada kepercayaan akan adanya penguasa adikodrati yang mengatur dan menggerakkan gejala-gejala alam. Tahap metafisis, yaitu pengetahuan manusia berdasar pada konsep-konsep dan prinsip-prinsip abstrak yang menggantikan kedudukan kuasa-kuasa adikodrati. Metafisika merupakan pengetahuan puncak masa kini. Sedangkan tahap positif, yaitu pengetahuan manusia berdasar atas fakta-fakta. Pengetahuan positif adalah pengetahuan tertinggi kebenarannya yang dicapai manusia.

Lahirnya Sosiologi


Pada akhir hidupnya Comte berusaha untuk membangun agama baru atas dasar filsafat positifnya dengan semboyan: Cinta sebagai prinsip, teratur sebagai basis, kemajuan sebagai tujuan. Gagasan ini tertuang dalam bukunya yang berjudul Politique Positive ou Traite de Sociologie, Instituant la religion de I’humanite. Aguste Comte meninggal dunia pada tanggal 5 September 1857.


Pengertian Sosiologi

Pengertian Sosiologi - Pernahkah kamu berpikir mengapa setiap orang mempunyai perilaku yang berbeda-beda? Mengapa orang melakukan hubungan dengan orang lain? Jika kita mau melihat masyarakat lebih kritis, terdapat tingkatan-tingkatan di dalamnya. Inilah sosiologi. Dengan kata lain, asal mula terbentuknya sosiologi atas dasar keinginan untuk memahami manusia itu sendiri dari segi  
sosialnya.

Pengertian Sosiologi

Istilah sosiologi berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata socius dan logos (Soerjono Soekanto: 1987). Socius artinya teman atau kawan dapat juga diartikan sebagai pergaulan hidup manusia atau masyarakat dan logos artinya berbicara, mengajar atau ilmu. Dengan demikian, secara sederhana sosiologi berarti ilmu tentang hubungan antarteman. Secara umum, sosiologi adalah ilmu tentang masyarakat. Oleh karena definisi tersebut terlalu luas, banyak ahli mencoba memberikan definisi tentang sosiologi sebagai patokan  sementara.

Menurut Pitirim Sorokin, sosiologi adalah suatu ilmu yang mem- pelajari:

a.Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala- gejala sosial, misalnya antara gejala ekonomi dan agama, keluarga dan moral, hukum dan ekonomi, gerak masyarakat, dan   politik.

b.Hubungan dan saling pengaruh antara gejala-gejala sosial dan  gejala-gejala nonsosial, misalnya gejala geografis, biologis, dan sebagainya.

c.Ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala   sosial.
Definisi yang lain diajukan oleh Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi. Beliau berdua membatasi pengertian sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan-perubahan sosial. Struktur sosial adalah jalinan antara unsur-unsur yang pokok, yaitu kaidah-kaidah sosial (norma-norma sosial), lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok serta lapisan- lapisan sosial. Proses sosial adalah pengaruh timbal balik antara pelbagai segi kehidupan bersama. Adanya perbedaan di setiap definisinya menandakan betapa luasnya objek kajian sosiologi. Namun pada intinya, sosiologi mempelajari hubungan atau interaksi antarmanusia dalam masyarakat. Dari sekian banyak definisi sosiologi dapat disimpulkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mengkaji interaksi manusia dengan manusia lain dalam kelompok (seperti keluarga, kelas sosial atau masyarakat) dan produk-produk yang timbul dari interaksi tersebut seperti nilai, norma serta kebiasaan- kebiasaan yang dianut oleh kelompok atau masyarakat tersebut.

Begitu luasnya objek kajian sosiologi, hingga muncul berbagai definisi mengenai sosiologi dari beberapa ahli.
1.Peter L. Berger
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok.

2.Mayor Polak
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari masyarakat sebagai keseluruhan, yaitu hubungan antarmanusia, manusia dengan kelompok, kelompok dengan kelompok, baik kelompok formal maupun kelompok material atau baik kelompok statis maupun kelompok dinamis.

3.Roucek dan Waren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok.

4.William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoft
Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya.

5.J.A.A. van Dorn dan C.J. Lammers
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan mengenai struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.