Showing posts with label Ekonomi Kelas XI. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi Kelas XI. Show all posts
Pembangunan Ekonomi dan Proses Pertumbuhan Ekonomi
Rudi Prasetio
Pembangunan Ekonomi dan Proses Pertumbuhan Ekonomi
Kebijakan pembangunan ekonomi selalu ditujukan untuk mempertinggi kesejahteraan yang seluas-luasnya, yaitu dengan mempercepat proses pertumbuhan ekonomi. Namun, kegiatan pembangunan ekonomi selalu dipandang sebagai sebagian dari keseluruhan usaha pembangunan yang dijalankan oleh sesuatu masyarakat. Pembangunan ekonomi hanya meliputi usaha sesuatu masyarakat untuk mengembangkan kegiatan ekonomi dan mempertinggi tingkat pendapatan masyarakatnya; sedangkan keseluruhan usaha-usaha pembangunan meliputi juga usaha-usaha pembangunan sosial, politik, dan kebudayaan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pembangunan ekonomi merupakan suatu proses yang menyebabkan pendapatan per kapita penduduk sesuatu masyarakat meningkat dalam jangka panjang.
Berdasarkan uraian di atas, dapat kita ketahui bahwa pembangunan ekonomi mempunyai tiga sifat penting, yaitu sebagai berikut.
1. Pembangunan ekonomi sebagai suatu proses, yang berarti pembangunan merupakan perubahan yang terjadi terus-menerus.
2. Pembangunan ekonomi sebagai usaha untuk menaikkan tingkat pendapatan per kapita.
3. Kenaikan pendapatan per kapita ini harus terus berlangsung dalam jangka panjang
Bagaimana cara mengukur keberhasilan pembangunan ekonomi? Keberhasilan pembangunan ekonomi dapat diukur melalui beberapa indikator, antara lain, adalah sebagai berikut:
1. meningkatnya pendapatan nasional,
2. pertumbuhan ekonomi,
3. pendapatan per kapita dengan memperhitungkan tingkat pertambahan penduduk
4. terjadinya perubahan sosial dan perubahan struktur ekonomi
Kondisi perekonomian suatu negara akan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Dengan pembangunan ekonomi diharapkan perubahan tersebut mengarah pada suatu pertumbuhan. Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan out put (produksi per kapita) dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi dikatakan sebagai suatu proses karena berlangsungnya tidak hanya dalam kondisi sesaat. Mengapa? Karena perekonomian mempunyai sifat yang dinamis.
Adakah alat untuk mengukur proses pertumbuhan ekonomi ini? Proses pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan indikator peningkatan Produk Nasional Bruto (GNP) riil, Produk Domestik Bruto (GDP), dan distribusi pendapatan sepanjang waktu.
Untuk mencapai suatu pertumbuhan, dalam perekonomian diperlukan adanya kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi. Kemampuan ekonomi suatu bangsa dalam menghasilkan barang (produksi) akan berpengaruh pada tingkat pertumbuhan ekonomi. Apakah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pertumbuhan ekonomi? Tingkat pertumbuhan ekonomi dapat terjadi bila dalam perekonomian terdapat faktor-faktor berikut ini.
1. Adanya Investasi atau Penanaman Modal
Modal akan mendorong proses produksi. Semakin banyak modal yang ditanam maka makin banyak pula barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian.
2. Sumber Daya Manusia (Tenaga Kerja) yang Berkualitas
Tenaga kerja yang berkualitas adalah tenaga kerja yang mempunyai etos kerja yang tinggi, inovatif, dan kreatif.
3. Sumber Daya Alam
Sumber daya alam menyediakan bahan baku yang cukup untuk proses produksi, baik yang bersifat hayati maupun nonhayati.
4. Teknologi
Pengembangan dan penggunaan teknologi akan mempermudah dan meningkatkan produksi.
5. Efisiens
Penggunaan faktor-faktor produksi secara efisien akan memaksimalkan hasil yang dicapai. Karena tidak adanya efisiensi maka akan terjadi pemborosan di berbagai bidang.
6. Pertumbuhan Penduduk
Peningkatan jumlah penduduk pada waktu jangka panjang akan meningkatkan jumlah angkatan kerja. Bagaimanakah pengaruh peningkatan jumlah angkatan kerja bagi pertumbuhan ekonomi? Apakah dampak yang ditimbulkannya positif atau negatif? Jawabnya adalah tergantung pada kemampuan sistem ekonomi tersebut untuk menyerap dan mempekerjakan tambahan pekerja itu secara produktif. Kemampuan itu tergantung pada tingkat dan jenis akumulasi modal dan tersedianya faktor-faktor lain yang dibutuhkan misalnya keahlian managerial dan administratif.
Dampak Positif dan Negatif Pembangunan Ekonomi
Pembangunan ekonomi yang berlangsung di suatu negara membawa dampak, baik positif maupun negatif.
a. Dampak Positif Pembangunan Ekonomi
1) Melalui pembangunan ekonomi, pelaksanaan kegiatan perekonomian akan berjalan lebih lancar dan mampu mempercepat proses pertumbuhan ekonomi.
2) Adanya pembangunan ekonomi dimungkinkan terciptanya lapangan pekerjaan yang dibutuhkan oleh masyarakat, dengan demikian akan mengurangi pengangguran.
3) Terciptanya lapangan pekerjaan akibat adanya pembangunan ekonomi secara langsung bisa memperbaiki tingkat pendapatan nasional.
4) Melalui pembangunan ekonomi dimungkinkan adanya peru- bahan struktur perekonomian dari struktur ekonomi agraris men- jadi struktur ekonomi industri, sehingga kegiatan ekonomi yang dilaksanakan oleh negara akan semakin beragam dan dinamis.
5) Pembangunan ekonomi menuntut peningkatan kualitas SDM sehingga dalam hal ini, dimungkinkan ilmu pengetahuan dan teknologi akan berkembang dengan pesat. Dengan demikian, akan makin meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
b. Dampak Negatif Pembangunan Ekonomi
1) Adanya pembangunan ekonomi yang tidak terencana dengan baik mengakibatkan adanya kerusakan lingkungan hidup.
2) Industrialisasi mengakibatkan berkurangnya lahan pertanian.
06:00
Ekonomi Kelas XI
Tujuan Pembangunan Nasional
Rudi Prasetio
Tujuan Pembangunan Nasional - Setiap negara merdeka menghendaki kemakmuran bagi rakyatnya. Cita-cita kemakmuran rakyat dapat diwujudkan melalui pembangunan. Pembangunan merupakan suatu proses perubahan terus-menerus menuju ke arah perbaikan di segala bidang kehidupan.
Pembangunan nasional merupakan suatu proses perbaikan yang bersifat menyeluruh (multidimensi) agar terdapat perubahan-perubahan yang berarti dalam struktur, sikap mental, sosial kemasyarakatan, dan kelembagaan nasional.
Pembangunan nasional mempunyai ciri-ciri umum, yaitu sebagai berikut.
1. Pembangunan nasional merupakan proses perbaikan dalam berbagai aspek kehidupan agar terjadi perubahan-perubahan yang lebih berarti, yang dilakukan secara terus menerus dari waktu ke waktu.
2. Dalam pembangunan nasional diperlukan adanya rencana-rencana yang terarah.
Sejak tahun 1998 bangsa Indonesia mengalami krisis moneter yang disusul adanya krisis multidimensional sehingga melahirkan era baru reformasi. Krisis moneter ini ditandai oleh adanya kelesuan perekonomian nasional. Apakah wujud kelesuan perekonomian nasional ini? Terjadinya pening- katan harga-harga secara umum (inflasi), menurunnya kurs rupiah terhadap mata uang asing, maraknya PHK, rendahnya kinerja aparatur negara, korupsi yang merajalela tanpa adanya penegakan hukum yang adil, dan rendahnya produktivitas BUMN merupakan berbagai wujud kelesuan perekonomian nasional. Lalu, apakah yang telah dilakukan pemerintah dalam era reformasi guna mengatasi krisis moneter tersebut?
Dalam era reformasi dilakukan perubahan-perubahan dalam sistem ketatanegaraan bangsa Indonesia. Di antaranya adalah amandemen Undang- Undang Dasar 1945. Dalam UUD 1945 yang telah diamandemen tersebut, program pembangunan yang dilaksanakan oleh bangsa Indonesia tidak lagi dituangkan dalam sebuah garis-garis besar haluan negara yang ditetapkan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat setiap lima tahun. Platform politik atau visi dan misi presiden terpilihlah yang menggantikannya. Maka, sejak pemilihan umum tahun 2004 berhasil dilaksanakan, platform politik atau visi dan misi presiden terpilihlah yang digunakan sebagai arah tujuan pembangunan.
Selama masa kampanye para calon presiden secara terbuka membeberkan platform atau visi dan misi mereka dalam pembangunan Indonesia ke depan. Dengan demikian, seluruh rakyat Indonesia dapat mengetahui dan mencatat janji apa saja yang mereka ucapkan. Pakar politik dari UI Arbi Sanit berpendapat, tidak adanya GBHN membuat presiden terpilih menda- tang memiliki keleluasaan menginterpretasikan Pancasila sesuai visi dan misinya ke dalam program-program yang dituangkan dalam UU tentang APBN. Jadi, cerminan program-program pembangunan yang akan dilaksa- nakan dapat dilihat dari APBN yang ditetapkan oleh DPR sebagai UU. Sehingga, berbagai kebijakan yang akan dijalankan oleh pemerintah mendatang masih harus dibahas dengan DPR.
Presiden terpilih harus menyertakan tim yang tangguh di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, dan sektor lainnya. Untuk program ini harus ada program aksi. Misalnya, apa yang akan dicapai selama 100 hari pemerintahan. Di sektor pendidikan akan membebaskan SPP untuk SD hingga SLTP. Untuk pemberantasan KKN akan diproses 10 koruptor di pengadilan. Untuk ekonomi akan ditingkatkan ekspor udang ke Jepang sebesar 50 persen. Dengan begitu rakyat akan dapat dengan mudah mengecek, apakah dalam 100 hari itu sudah diproses di pengadilan 10 koruptor, apakah ekspor udang ke Jepang sudah meningkat 50 persen, dan apakah SPP untuk murid SD hingga SLTP sudah bebas sama sekali? Kalau ada yang belum dilaksanakan, rakyat termasuk LSM dan pers bisa menanyakan sekaligus mengingatkan pemerintah bahwa target 100 hari pemerintahan belum tercapai. Tim ini harus menguasai masalah yang sedang dihadapi bangsa. Misalnya, kalau ingin membebaskan SPP murid SD dan SLTP harus jelas anggaran diambil dari pos mana dan berapa. Ini harus dihitung dengan tepat agar program lainnya tetap berjalan dengan baik.
Guna mewujudkan visi dan misi yang telah dijanjikan pada masyarakat tersebut, presiden menyusun program-program pembangunan yang dibantu oleh menteri-menteri dan unit-unit kerja pembantu presiden. Misalnya untuk melakukan peningkatan dan pengelolaan program-program pemerintah dan agenda reformasi yang dilakukan pemerintah presiden membentuk Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program dan Reformasi (UKP3R) melalui Keppres No. 17/2006 Tentang Pembentukan UKP3R. Lalu, apakah tugas- tugas yang dilaksanakannya? Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program Reformasi (UKP3R) mengemban lima tugas utama pembangunan, yaitu sebagai berikut.
1. Perbaikan iklim investasi
2. Perbaikan administrasi pemerintahan
3. Peningkatan usaha kecil menengah
4. Peningkatan kinerja BUMN
5. Perbaikan penegakan hukum
06:00
Ekonomi Kelas XI
Tenaga Kerja
Rudi Prasetio
Tenaga Kerja - Anda telah mempelajari materi mengenai kesempatan kerja, angkatan kerja, beserta pengelompokan angkat- an kerja. Berikut ini Anda akan mempelajari tentang tenaga kerja.
Apa yang dimaksud dengan tenaga kerja? Tenaga kerja adalah penduduk yang telah memasuki usia kerja, baik yang sudah bekerja maupun aktif mencari kerja, yang masih mau dan mampu untuk melakukan pekerjaan.
Tenaga kerja merupakan faktor produksi yang sangat penting bagi setiap negara disamping faktor alam dan faktor modal. Mengapa tenaga kerja disebut sebagai faktor produksi? Karena meskipun suatu negara memiliki sumber daya alam dan modal yang besar ia tetap membutuhkan tenaga kerja sebagai salah satu faktor produksinya. Contoh, Malaysia yang kaya akan sumber daya alam dan modal harus mendatangkan tenaga kerja dari Indonesia untuk mengisi kekurangan tenaga kerja berbagai sektor ekonominya
06:00
Ekonomi Kelas XI
Angkatan Kerja
Rudi Prasetio
Angkatan Kerja - Membicarakan angkatan kerja sebenarnya berhubungan erat dengan jumlah penduduk. Mengapa? Karena ukuran besarnya angkatan kerja sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan jumlah penduduk yang sudah memasuki usia kerja. Penduduk usia kerja terdiri atas dua jenis, yaitu angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja dapat didefinisikan sebagai penduduk yang sudah memasuki usia kerja, baik yang sudah bekerja, belum bekerja, atau sedang mencari pekerjaan. Prof. Soemitro Djojohadikusumo mendefinisikan angkatan kerja (labor force) sebagai bagian dari jumlah penduduk yang mempunyai pekerjaan atau yang sedang mencari kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang produktif. Bagaimana pandangan pemerintah mengenai angkatan kerja ini? Pemerintah menetapkan bahwa penduduk yang sudah memasuki usia kerja adalah mereka yang berusia minimal 15 tahun dan di atas 65 tahun bukan merupakan penduduk usia kerja. Namun, tidak semua penduduk yang memasuki usia kerja disebut angkatan kerja sebab penduduk yang tidak aktif dalam kegiatan ekonomi tidak termasuk dalam kelompok angkatan kerja. Siapakah yang termasuk dalam kelompok ini? Ibu rumah tangga, pelajar, mahasiswa, dan penerima pendapatan (pensiunan) tidak termasuk dalam kelompok angkatan kerja. Berapa orang dalam keluargamu yang termasuk angkatan kerja?
Angkatan kerja dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu pekerja (employed) dan bukan pekerja atau pengangguran (unemployed). Pekerja adalah penduduk angkatan kerja yang benar-benar mendapat pekerjaan penuh, sedang- kan pengangguran adalah penduduk usia kerja tetapi belum mendapatkan kesempatan bekerja.
Pekerja (employed) sendiri dikelompokkan menjadi dua, yaitu pekerja penuh (full employed) dan pekerja setengah pengangguran (underemployed). Pekerja penuh adalah angkatan kerja yang sudah memenuhi syarat se- bagai pekerja penuh yaitu jam kerja minimal 40 jam per minggu, dan bekerja
sesuai dengan keahlian atau berdasarkan pendidikan.
Sedangkan setengah pengangguran adalah pekerja yang tidak memenuhi jam kerja minimal sehingga pendapatannya juga di bawah standar minimal. Pekerja seperti ini tingkat produktivitasnya rendah karena mereka bekerja bukan pada bidang keahliannya dan tidak sesuai latar belakang pendidikannya. Misalnya, sarjana yang bekerja sebagai tukang antar koran di pagi hari.
Kelompok angkatan kerja bukan pekerja atau pengangguran (unemployed) ini dikelompokkan lagi menurut sifat dan penyebabnya, yaitu sebagai berikut.
1. Pengangguran berdasarkan sifatnya ada tiga macam, yaitu sebagai berikut.
a. Pengangguran terbuka merupakan bagian dari angkatan kerja yang tidak bekerja atau sedang mencari pekerjaan (baik bagi mereka yang belum pernah bekerja sama sekali maupun yang sudah penah bekerja), atau sedang mempersiapkan suatu usaha, mereka yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin untuk mendapatkan pekerjaan dan mereka yang sudah memiliki pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
b. Setengah pengangguran, adalah tenaga kerja yang bekerja tidak optimum dilihat dari jam kerja. Dengan kata lain, jam kerjanya dalam satu minggu kurang dari 40 jam.
c. Pengangguran terselubung, adalah tenaga kerja yang bekerja secara tidak optimum karena kelebihan tenaga kerja. Misalnya seorang petani yang menggarap sawah sebenarnya cukup dikerjakan oleh satu orang, tetapi karena anaknya tidak punya pekerjaan maka ia ikut menggarap tanah tersebut. Dalam hal ini anak petani tersebut termasuk pengangguran terselubung.
2. Pengangguran berdasarkan penyebabnya dibedakan menjadi berikut ini.
a. Pengangguran siklis atau karena siklus konjungtur, yaitu pengangguran yang terjadi akibat gelombang konjungtur atau perubahan naik turunnya gelombang ekonomi. Misalnya, pengangguran karena PHK massal akibat resesi ekonomi.
b. Pengangguran friksi atau pengangguran sementara, yaitu pengangguran sementara waktu. Misalnya, seseorang yang sedang menunggu waktu panggilan mulai kerja.
c. Pengangguran teknologi, yaitu pengangguran akibat perubahan teknologi seperti teknologi manual menjadi teknologi elektronik. Misalnya, seseorang yang tidak mampu memenuhi tuntutan pekerjaan untuk menggunakan komputer maka dengan sendirinya ia akan digantikan oleh karyawan lain yang mampu menggunakan komputer.
d. Pengangguran musiman, yaitu pengangguran akibat perubahan musim atau kegagalan musim. Misalnya, petani menganggur karena musim paceklik, nelayan menganggur karena musim badai.
e. Pengangguran voluntary, yaitu pengangguran yang terjadi karena seseorang yang masih mampu bekerja tetapi dengan sukarela ia tidak bekerja karena telah memiliki penghasilan dari harta kekayaan mereka. Misalnya: menyewakan rumah, kendaraan, dan menikmati bunga uang simpanan.
f. Pengangguran struktural, yaitu pengangguran karena perubahan struktur ekonomi. Misalnya, negara agraris yang berubah menjadi negara industri, lahan-lahan pertanian digunakan untuk pabrik sedangkan tenaga kerjanya belum mempunyai keterampilan di sektor industri.
Uraian di atas apabila diterjemahkan dalam bentuk bagan akan tampak seperti berikut
Selain jumlah penduduk, pertumbuhan angkatan kerja dipengaruhi pula oleh struktur penduduk berdasarkan jenis kelamin, usia penduduk, dan ting- kat pendidikan. Makin banyak komposisi jumlah penduduk laki-laki dalam suatu negara, semakin tinggi pula angkatan kerja di negara tersebut. Mengapa? Karena ibu rumah tangga tidak digolongkan sebagai angkatan kerja. Semen- tara usia penduduk berpengaruh terhadap jumlah angkatan kerja dalam suatu negara karena semakin besar jumlah penduduk yang berusia produktif maka semakin tinggi angkatan kerjanya. Selanjutnya, semakin rendah tingkat pendidikan suatu negara akan makin rendah pula angkatan kerjanya karena saat ini tingkat pendidikan dan keterampilan merupakan salah satu syarat untuk memasuki dunia kerja.
06:00
Ekonomi Kelas XI
Kesempatan Kerja
Rudi Prasetio
Pengertian Kesempatan Kerja - Apa rencanamu setelah lulus dari SMA/MA nanti? Ingin bekerja atau melanjutkan pendidikan? Tanyakan juga hal ini pada teman-teman sekelas- mu! Mungkin ada yang ingin bekerja, atau ada pula yang ingin melanjutkan pendidikan. Bahkan ada yang menginginkan keduanya, bekerja dan belajar.
Jika Anda telah mendapatkan jawabnya maka jawablah pertanyaan ini. Jika Anda memilih bekerja atau melanjutkan pendidikan maka hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan mulai dari sekarang?
Buatlah prediksi tentang keadaan dua tahun ke depan! Berapa banyak orang-orang seusiamu di kotamu, di provinsimu, bahkan di Indonesia yang menginginkan bekerja ataupun melanjutkan pendidikan? Carilah informasi tentang ketersediaan lapangan kerja yang ada di kotamu, di provinsimu, bahkan di Indonesia! Juga carilah informasi tentang jumlah daya tampung perguruan tinggi yang ada. Bisakah Anda semua nanti tertampung di dalamnya?
Bagi Anda yang menginginkan untuk bekerja, perlu bekal pengetahuan dan keterampilan agar dapat terserap dalam lapangan kerja. Kemampuan kerja apa yang bisa Anda tawarkan di dunia kerja? Atau bahkan Anda menginginkan untuk membuat lapangan kerja sendiri dengan melakukan wiraswasta di bidang tertentu? Itu bagus! Artinya Anda telah dapat membuka kesempatan kerja bagi diri sendiri bahkan tidak menutup kemungkinan untuk orang lain, bukan? Dengan demikian, Anda telah membantu pemerintah untuk mengatasi pengangguran. Masalah pembangunan yang banyak dihadapi oleh banyak negara baik negara yang sedang berkembang maupun negara yang telah maju adalah masalah ketenagakerjaan, antara lain adalah meningkatnya jumlah angkatan kerja tidak diimbangi dengan meningkatnya kesempatan kerja. Apakah kesempatan kerja itu?
Kesempatan kerja (demand for labor) adalah suatu keadaan yang meng- gambarkan ketersediaan pekerjaan (lapangan kerja) untuk diisi oleh para pencari kerja. Atau dengan kata lain, kesempatan kerja adalah jumlah lapangan kerja yang tersedia bagi masyarakat baik yang telah diisi maupun jumlah lapangan kerjayang masih kosong.
Kesempatan kerja erat hubungannya dengan kemampuan pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang nyaman dan kualitas sumber daya manusia dalam menciptakan lapangan kerja. Peningkatan investasi akan membuka atau memperluas kesempatan kerja. Karena peningkatan investasi akan menyebabkan peningkatan produksi. Sehingga akan menyerap atau menampung sumber daya manusia yang lebih banyak. Bila jumlah kesempatan kerja dengan angkatan kerjanya seimbang, maka tidak akan terjadi adanya pengangguran.
06:00
Ekonomi Kelas XI
Subscribe to:
Posts
(
Atom
)




